Untuknya yang sekarang entah berada dimana.
Bagaimana keadaanmu? Bagaimana kabarmu dengan kekasihmu itu?
Aku harap kamu baik-baik saja dan bahagia bersamanya.
Bahagia? Apa dia merasa bahagia setelah apa yg telah ia lakukan padaku di masa lalu?? Yah, walaupun itu sudah lamaaa sekali terjadi, wajar saja ia telah lupa. Lupa dengan semua kenangan yg kita buat, lupa dengan semua janji-janji manisnya, lupa kalau ia pernah menyakitiku begitu dalam, atau bahkan ia telah melupakanku seutuhnya?
Hey kamu yang disana!
Entah apa yang membuatmu menjadi seperti ini. Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya terjadi padaku?! Mengapa kau sepengecut ini?!! Kau hanya perlu menjelaskan padaku sedetilnya. Aku bingung dan tidak mengerti! Jadi tolong dengan sangat kau kembali dan memberiku jawaban.
Wahai kau yang di masa lalu!
Taukah kau, jika perasaan ini muncul kembali! Aku sudah berusaha mengubur itu dalam-dalam agar ia mati termakan waktu. Tapi apa dayaku, dia datang kembali dan menggrogoti hatiku! Berbeda dengan yang dulu, ini lebih sakit!! Tau kah kau?! Pedulikah kamu dengan apa yg sedang aku rasakan?! Aku bimbang dan bingung.
Kamu, yang tak perlu aku sebut namanya.
Terlalu pahit rasa ini jika aku menulis namamu. Kelu bibir ini jika mengucap namamu. Tak ingin aku seperti ini. Memang sangat muluk mengharapkan kau kembali, terlebih ada seseorang yg sangat kau cintai dan itu bukan aku. Seseorang yg membuatku iri karna ia ada di posisi itu, posisi yang sangat aku inginkan. Yang telah aku incar selama bertahun-tahun. Memang salah sepertinya jika aku masih mengharapkannya. Terlebih mengharapkan untuk memilikimu. Miris sekali kisah cintaku ini.
Kamu, yang dulu sangat kucintai.
Maukah kau kembali dan menjelaskan yang sebenarnya?! Hanya itu yang kuminta, hanya itu yang kuinginkan. Andai kau tau, aku selalu mengharapkan itu terjadi. Aku akan siap dengan segala jawabmu. Walau itu akan terasa sakit sekali, tapi jangan siksa aku dengan diammu. Aku mohon... semoga Tuhan mendengarkan rintihan ini..
Akan kutunggu saat itu sampai kapanpun.
Bagaimana keadaanmu? Bagaimana kabarmu dengan kekasihmu itu?
Aku harap kamu baik-baik saja dan bahagia bersamanya.
Bahagia? Apa dia merasa bahagia setelah apa yg telah ia lakukan padaku di masa lalu?? Yah, walaupun itu sudah lamaaa sekali terjadi, wajar saja ia telah lupa. Lupa dengan semua kenangan yg kita buat, lupa dengan semua janji-janji manisnya, lupa kalau ia pernah menyakitiku begitu dalam, atau bahkan ia telah melupakanku seutuhnya?
Hey kamu yang disana!
Entah apa yang membuatmu menjadi seperti ini. Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya terjadi padaku?! Mengapa kau sepengecut ini?!! Kau hanya perlu menjelaskan padaku sedetilnya. Aku bingung dan tidak mengerti! Jadi tolong dengan sangat kau kembali dan memberiku jawaban.
Wahai kau yang di masa lalu!
Taukah kau, jika perasaan ini muncul kembali! Aku sudah berusaha mengubur itu dalam-dalam agar ia mati termakan waktu. Tapi apa dayaku, dia datang kembali dan menggrogoti hatiku! Berbeda dengan yang dulu, ini lebih sakit!! Tau kah kau?! Pedulikah kamu dengan apa yg sedang aku rasakan?! Aku bimbang dan bingung.
Kamu, yang tak perlu aku sebut namanya.
Terlalu pahit rasa ini jika aku menulis namamu. Kelu bibir ini jika mengucap namamu. Tak ingin aku seperti ini. Memang sangat muluk mengharapkan kau kembali, terlebih ada seseorang yg sangat kau cintai dan itu bukan aku. Seseorang yg membuatku iri karna ia ada di posisi itu, posisi yang sangat aku inginkan. Yang telah aku incar selama bertahun-tahun. Memang salah sepertinya jika aku masih mengharapkannya. Terlebih mengharapkan untuk memilikimu. Miris sekali kisah cintaku ini.
Kamu, yang dulu sangat kucintai.
Maukah kau kembali dan menjelaskan yang sebenarnya?! Hanya itu yang kuminta, hanya itu yang kuinginkan. Andai kau tau, aku selalu mengharapkan itu terjadi. Aku akan siap dengan segala jawabmu. Walau itu akan terasa sakit sekali, tapi jangan siksa aku dengan diammu. Aku mohon... semoga Tuhan mendengarkan rintihan ini..
Akan kutunggu saat itu sampai kapanpun.


0 Comment:
Post a Comment