Wednesday, August 15, 2012

Pindah Kampus

"Jika kalian sedang berjuang, jangan pernah berpikir untuk menyerah. Lihatlah kebelakang, sudah berapa jauh kalian melangkah, sudah berapa banyak support yang orang-orang kasih ke kalian dan sudah berapa banyak pengorbanan yang kalian lakukan. Dengan begitu kalian akan sadar kalau perjuangan kalian tidak boleh berakhir hanya karena sandungan kecil."

Itu jarkoman yang gue baca sebelum gue liat sms dia yang bilang kalo dia mau pindah kuliah. Waktu itu  gue gak ngerti apa yang gue rasain. Sedih, kecewa, marah, atau bahagia? Entah. Yang pasti pada saat itu gue melihat dia sebagai seseorang yang lari dari tanggung jawabnya. Mamah pernah bilang, dimanapun kita berada bukan hal yang penting tapi bagaimana kita menjalaninya dan membentuk kita menjadi seseorang. Tapi setelah gue pikir-pikir, mungkin ini jalan terbaik yang Allah beri. Jadi gue sebagai temen cuma bisa ngedoain semoga dia bisa survive di tempat barunya.

Setelah gue urai semua emosi gue dan ternyata yang gue dapet adalah:
Sedih, karena dia harus pergi jauh dan ninggalin gue
Seneng, karena dia udah ngambil keputusannya sendiri dan nemuin yang dia mau
Kecewa, karena dia milih kampus yang jauh dari gue
Marah, karena gue masih belum bisa nerima keputusannya

Semua emosi itu bercampur aduk sehingga ngebuat gue bingung harus bagaimana. Dan keputusan bodoh yang gue ambil adalah menjauh darinya. Gue gak mau ambil pusing dengan segala tingkah aneh yang terjadi sama gue. Gue cuman mau dia ngeliat kalau gue baik-baik aja. Hahh tapi rasanya sulit, gue bukan orang yang pandai untuk mengungkapkan perasaan. Gue lebih baik diam dan memendam ini semua. Dan semua akan baik-baik saja.

Jarak yang ngebuat gue bisa ketemu sama dia, deket sama dia dan sayang sama dia. Jarak pula yang ngebuat gue bisa ngelupain masa lalu karena dia. Tapi sekarang gue bisa ngebayangin buat kedepan kalau jarak yang bakal ngejauhin hubungan gue dengan dia. Memang status kita sekarang hanya temen, tapi perasaan gak bisa bohong!

Sekarang yang bisa gue lakuin adalah iklas, merelakan dia pergi. Bagaimana nantinya gue gak mau tau. Gue cuman mau lakuin yang terbaik untuknya, memberinya support untuk terus maju. Dan itu yang semestinya dilakukan oleh seorang sahabat :)

I hate to say good bye and I don't wanna let you go. I feel loosing you at this time. And the most I scared is loosing my feeling to you.

0 Comment:

 
Silent Blogger Template by Ipietoon Blogger Template