Without pain there is no progress
09:30
Jumat pagi..
Awal bulan yang indah ditandai dengan pagi yang cerah. Bulan yang indah? Ya, Februari adalah bulan yang indah. Beberapa tahun lalu, Februari adalah bulan yang paling aku tunggu. Februari yang selalu membuat-ku berdebar, kebingungan dan bahagia. Aku sangat mencintai bulan ini, apalagi seseorang yang berulang tahun di bulan ini. Seseorang yang entah berada di mana dan seperti apa rupanya sekarang. Beberapa tahun lalu, aku hanya bisa mengucapkan selamat dan doa-doa terbaik di dalam hati, berbisik melalui angin dan berharap dia mendengarnya. Juga hanya bisa menyiapkan kado terindah tanpa berani memberikan padanya. Menyedihkan.
Sampai saat ini, aku masih mengingatnya. Mengingat rupanya dahulu, tahi lalat yang tersebar di wajah dan tenggoroknya, merk sepatunya, bahkan baju seragam yang ia kenakan ketika pertama kali aku bertemu dengannya. Mengingat percakapan yang pernah kita buat, berbagai hal kecil yang ia lakukan, dan bagaimana dia memperlakukanku dengan manis saat itu. Banyak sekali kenangan yang kau torehkan pada otak besarku, membuatku mempunyai ingatan jangka panjang yang sulit dilupakan. Dan kau memberi ku bonus berupa rasa yang membuatku meringis, merintih dan menangis. Sebuah rasa yang mungkin kau kenal sebagai rasa sakit. Ya, rasa sakit itu masih tertinggal di hatiku. Kebahagiaan dan kesedihan dalam satu paket. Hebat sekali kau.
Terima kasih. Aku ingin mengucapkan terima kasih padamu. Kau ingin tau kenapa? Oh, aku rasa kau bahkan tidak peduli. Tapi aku berterima kasih padamu atas yang kau perbuat. Atas segala rasa sakit yang kau tinggalkan. Kau tau, semua itu seolah menamparku dan menyadarkanku untuk kembali ke dunia nyata. Akhirnya aku bangun dan mencoba untuk bangkit. Butuh waktu yang lama, tapi bukan berarti aku akan terpuruk selamanya. Aku sekarang sedang move on, meninggalkan masa lalu ku dan menghapus sosok-mu. Tidak hanya itu, aku bahkan mencoba untuk mengganti posisimu di hatiku. Ya, tempatmu kini sudah usang dan sudah ku berikan oleh seseorang yang lain. Kau yang sudah membuatku terpuruk dan hancur, tapi kau pula yang membangkitkanku dan menyadarkanku. Hebat, sangat hebat dirimu itu. Selalu mendapat dua peran yang berbeda dalam sekenario kehidupanku.
Dan ini lah akhirnya. Akhir dari kisah kelam ku di masa lalu. Aku harap kau tidak menampakkan lagi dirimu, tidak di mataku, hatiku maupun di pikiran ku. Aku rasa perjuanganku untuk mendapatkanmu harus berakhir di sini. Selamat tinggal dan jangan sampai kita bertemu lagi.
The End...


0 Comment:
Post a Comment