Monday, August 15, 2016

Benarkah kau akan menikah?

Ya, pastilah ya kamu bakalan menikah. Tapi dalam waktu dekat ini? Kamu bilang tahun ini atau tahun depan? Kamu gila ya? Tahun ini tinggal 4 bulan lagi! Tahun depan?! Kamu lebih gila lagi! Kita belum setahun putus, lho!! Kamu bilang sudah dapat calonnya. Hah aku gak habis pikir dengan itu. Aku tau keinginanmu buat menikah tahun ini sangat besar. Tapi kamu mau ngajak nikahnya kan aku bukan orang lain!! Aku bisa gila mikirin semua itu. Gak masuk diakal tau gak.

Ketika aku memutuskan untuk berhijrah, yang pertama kali aku pikirkan untuk alasannya adalah karena aku belum siap menikah dengan kamu. Ya, aku memang belum siap menikah. Tapi setelah aku menjalani kesendirianku, aku akhirnya sadar bahwa keputusanku untuk menyudahi hubungan ini semata untuk mendekatkan diriku pada-Nya, menjauhi salah satu dosa besar, yaitu ZINAH! Aku tau kamu punya niat memacariku untuk menikahiku, tapi itu niat baik dengan cara yang buruk. Aku pikir kamu mau mengerti.

Kamu tau, selama ini aku banyak memikirkan tentang kehidupanku selanjutnya. Sampai akhirnya aku memikirkan untuk berniat menikah. Ya benar aku ingin menikah di usiaku yang ke 24. Itu tahun depan! Kamu gak bisa menunggu sampai waktu itu tiba?! Kenapa kamu gak sabar banget, apa yang kamu kejar? Usia? Kamu masih muda untuk usia pria yang siap berkeluarga. Ridho Allah? Ya pastilah ya kamu menuju keberkahan karena menjalankan salah satu sunnah Rasull, tapi kenapa kamu tidak memikirkan lebih matang lagi? Kenapa begitu terburu-buru? Apa napsumu sudah begitu tak tertahankan sehingga bilang ingin menikah tahun ini? Dengan siapapun itu?! Kamu benar-benar gila!!

Kamu anggap hubungan kita kemarin apa?! Berlalu begitu saja? Seperti debu dibawah sepatumu yang tertinggal, terseret ketika kamu berjalan?! Segampang itu kamu menghilangkan rasa yang selalu kamu ucap untukku "CINTA". Hah ternyata hanya bualan omong kosong yang keluar dari mulutmu ataupun hanya tulisan pesan yang gak bermakna.

Sekujur tubuhku melemah seakan tulang belulangku meleleh ketika aku baca pesanmu, sesaat aku pikir kamu hanya memberitahuku untuk meminta maaf karna sudah jarang berkabar denganku. Setelah aku cerna kata demi kata itu, hahh sudahlah. Aku tak sanggup menggambarkan suasana hatiku pagi tadi, hanya air mata yang mengalir.

Aku juga punya harapan besar untukmu. Aku suka bagaimana kamu memperlakukan keluargaku sebegitu baiknya. Aku merasa kehilangan yang begitu sangat ketika aku memutuskan hubungan kita. Hahhh sudahlah, aku bisa apa kalau sudah begini??

Aku pengen berdoa yang terbaik buat kamu, tapi hatiku masih belum iklas. Tapi tenang saja, aku tidak akan mendoakan yang buruk untukmu atau CALON DADAKAN itu. He he

0 Comment:

 
Silent Blogger Template by Ipietoon Blogger Template