Saturday, March 9, 2013

Pagi yang cerah mengawali perjalanan mereka untuk menuntut ilmu. Memasuki sebuah gerbang yang bertuliskan Universitas -- menyambut kedatangan mereka. Ada yang merasa bangga, ada yang biasa saja, ada pula yang malu. Tapi mereka semua menerimanya dengan rasa syukur. Mereka semua sama, berada di kelas, menerima pelajaran dari dosen, dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan layaknya mahasiswa. Tidak ada yang berbeda, kecuali segelintir orang yang sadar akan manfaat keberadaan dirinya. Di saat banyak dari mereka bersikap hedonis, politik praktis dan apatis, orang-orang ini menempatkan dirinya sebagai diri yang berbeda dan bermanfaat. Bermanfaat untuk orang-orang disekitarnya.

Malu! Penghalang utama mengapa tidak mereka semua melakukan hal yang berbeda. Coba tengok sedikit ke masa lalu. Banyak pemuda yang malu, ketika mereka tidak memperjuangkan tanah air mereka sampai mati. Mereka yang malu karena terus dijajah. Dan ketika rasa malu itu berubah konteks pada masa kini. Sangat kontras ketika melihat mental pemuda jaman dahulu yang berperang melawan penjajah dan melihat pemuda jaman sekarang yang memiliki mental orang yang terjajah. Tidak ada rasa kepedulian yang berarti dari diri mereka. Dan mereka beranggapan kalau mereka ini hanya mahasiswa.

Memang benar, mereka adalah mahasiswa. Tapi seharusnya mereka bisa berbuat lebih baik lagi. Karena mereka adalah pemuda yang lebih beruntung dibanding yang lain. Mereka pemuda yang berpendidikan, dan seharusnya mereka bisa memanfaatkan kelebihan tersebut. Berbuat lebih banyak untuk membantu orang lain, mencoba lebih peka dan peduli terhadap sekitar. Menjadikan diri mereka sebagai manusia yang bermanfaat. Jangan hanya berkicau dan menuntut!

0 Comment:

 
Silent Blogger Template by Ipietoon Blogger Template