Friday, April 11, 2014

Bersinar..

Di sore yang penat. Setelah seharian di jejali berbagai kegiatan, kuliah beserta tugas-tugasnya. Setelah masalah-masalah yang hilir-mudik datang dan pergi. Penat, lelah, capek, hanya kata-kata itu yang terucap dari seluruh badan. Di saat semuanya tidak terlihat menarik untuk dilakukan kecuali pulang dan tidur. Saat itu, kamu lewat dengan wajah teduhmu. Entahlah, sekujur tubuh ini seperti disiram air yang dingin dan menjadi segar seketika. Gombal. Memang. Tapi itu nyatanya. Aku merasa seperti di setrum sesuatu yang membuat mataku kembali fresh. Kamu bersinar sekali sore itu, ditambah dengan jingganya senja. Berkilau.

Aku malu menjadi pemuja rahasiamu. Terlebih, aku tidak bisa berhenti membayangkanmu. Tapi, kamu tidak perlu khawatir. Aku tidak akan mengganggumu, apalagi membuatmu risih. Aku hanya akan mengagumimu dalam diam. Aku hanya akan memujamu dalam tulisan. Aku hanya akan menyebutkan namamu dalam doaku. Doa kebaikan untukmu, tentunya.

Terkadang aku membenci diriku yang menjadi wanita. Yang tidak dapat mengungkapkan perasaannya duluan. Dan yang bisa dilakukan hanya menunggu. Menunggu yang entah sampai kapan. Merangkai kata, membuat cerita dan menulis puisi cinta. Mungkin itu yang hanya aku lakukan dalam sela waktu ‘menunggu’. Berharap suatu saat nanti kau sempat atau tidak sengaja mebacanya. Menyedihkan. Tapi tidak, aku senang melakukannya. Aku senang merasakan debaran-debaran ini, saat aku menulis untukmu dan membayangkan sosokmu, tentunya.


Untukmu yang sore itu bersinar.
Jikalau tiada hari dimana kau tidak sempat membaca perasaanku ini, aku sudah menitipkan pesan pada Tuhan. Biar Tuhan yang membisikkannya langsung padamu.

-NS

0 Comment:

 
Silent Blogger Template by Ipietoon Blogger Template