Friday, April 11, 2014

MASIH,

Kepadamu yang telah menorehkan tinta,
Membisikkan kata cinta, bercerita kisah tentang kita.

Kepadamu yang telah menggantungkan harapan,
Membayangkan angan, meninggalkan kenangan.
Kepadamu, yang tak dapat ku sebut namanya.

Tidak banyak kenangan yang kita buat,
Tidak banyak kisah yang dapat di ceritakan.
Semua berawal begitu cepat, semua terjadi begitu cepat.
Namun, semua berlalu begitu lambat.

Masih,
Masih ada tetesan tinta yang kau tinggalkan, meninggalkan jejak yang sulit di hapus.
Masih ada kata-kata yang berceceran, yang ‘dulu’ diharapkan menjadi paragraf-paragraf narasi yang akan berakhir menjadi kisah bahagia.
Masih ada angan yang menggantung bingung, akankah dipertahankan ataukah dilenyapkan?
Masih ada.

Kenangan, entahlah.
Apakah harus ku sebut itu semua sebagai kenangan?
Nyatanya, rasa itu masih melekat baru.
Tak tega aku membunuhnya dan menjadikannya memori.

-NS

0 Comment:

 
Silent Blogger Template by Ipietoon Blogger Template