Sunday, December 14, 2014

.

Thanks for make me cry,
Yah, thanks a lot for you.

Sekarang, aku tak tau harus merasa marah, bersalah, sedih, atau bahkan bahagia? Setelah membaca balasanmu itu, aku menarik kesimpulan bahwa, kau ingin benar-benar aku lupakan. Kau ingin benar-benar jauh dari ku. Mungkin aku akan berusaha melakukannya, aku tidak akan lagi memojokkanmu dalam setiap tulisanku, aku tidak akan lagi mengganggu hidupmu seperti yang kau mau, tapi, tidak menulis tentang dirimu lagi??

Aku mungkin akan berusaha melakukannya.

Cih, aku adalah seorang pendusta. Toh nyatanya sekarang aku sedang membicarakanmu, menulis tentang dirimu, membayangkan seseorang yang sekarang sedang bahagia bersama yang lain yang tidak mau lagi hadir dalam tulisanku.

Baiklah, mulai sekarang aku akan melepas dirimu, salah satu tokoh yang selalu menginspirasiku dalam menorehkan tinta. Selamat jalan yang dahulu adalah pembaca setiaku.

Kau tahu? Aku berhutang budi padamu, berkat kamu, aku dengan lancar mengukir kata demi kata menjadi sebuah narasi. Sekarang kamu pergi, dan aku belum tahu apa yang akan aku lakukan setelah ini. Mencari penginspirasi baru? Ya, mungkin sedang aku lakukan. Tapi apakah dia akan menjadi seperti dirimu, pembaca setiaku? Sepertinya tidak, dia tidak suka membaca, he told me that.

Gosh..>,<
Aku seperti ranting patah yang terinjak, tidak berguna. Hahh apalah arti penulis tanpa pembaca? Tapi kamu tidak perlu mengkhawatirkannya, aku akan berusaha tegar. Yah, itupun jika kamu mengkhawatirkan aku. Tapi sepertinya tidak. Hihi

So, here we are.
Aku rasa setelah ini aku akan mengucap kata berpisah yang terakhir kalinya, bukan untukmu. Tapi untuk lembaran-lembaran kisah yang telah tertulis dan mungkin jika digabungkan bisa menjadi buku. Maaf jika aku terlalu berlebihan berkisah tentangmu, kau tau terkadang untuk membuat kisah yang enak dibaca diperlukan bumbu-bumbu ajaib :)

Okay, bye mi :D

0 Comment:

 
Silent Blogger Template by Ipietoon Blogger Template