Hi someone, who missed my story (hehe pede banget!)
Satu tahun, bukan waktu yang sebentar tapi juga tidak bisa dibilang waktu yang panjang, tapi dalam satu tahun ini berbagai macam kejadian terjadi.
Let me start from my collage.
Semester 6, aku sudah mulai ambil SPS (Seminar Pra Skripsi) alias seminar proposal. Awalnya, masih santai-santai aja, sampai teman-temanku sudah mengajukan judul skripsi mereka ke jurusan. Panik! Ternyata mereka sudah mempersiapkannya selagi libur panjang. Aku? Baru kepikiran setelah beberapa minggu masuk kuliah. Duh, lemot. At least, aku dapet juga judul tentang time series dengan ‘tidak sengaja’ di perpus UNJ. Padahal sebelumnya aku mencari referensi judul sampai ke perpus UI, Depok. Setelah itu aku ajukan ke jurusan. Minggu demi minggu terus berlalu, akhirnya aku dapat juga dosen pembimbing. Alhamdulillah, dosbingnya yang meang aku mau. Pertama kali aku konsul, setelah UTS dan selanjutnya aku konsul sebelum UAS. Dan selanjutnya, hening. STUCK! Then, what I did? Nothing. Semester itu aku asik dengan hobi baruku, yaitu membuat scrapbook dan beberapa nail art, masih amatir banget sih ya namanya juga newbe haha. Oiya, aku juga sibuk pacaran dengan para baruku waktu itu.
Singkat cerita, setelah libur panjang aku mulai kembali mungut-mungutin skripsi aku yang udah bececran gak karuan. Mulai ada semangat buat ngerjain walaupun stuck. Puncaknya adalah ketika teman-teman ku sebagian sudah mengajukan proposal mereka untuk diseminarkan. Panic, again! Skripsiku benar-benar stuck, karena keterbatasan sumber jurnal dan tidak ada sama sekali bukunya. Ada sih bukunya, tapi belum masuk ke Indonesia. Duh, sedih. Ditambah dosbing aku yang terus-terusan menanyakan sumber jurnal yang kuat, yang akan menjadi acuan utama untuk skripsiku. Depresi? Sangat! Rasanya, ingin sekali untuk mengubah judul skripsi ku. Tapi setelah kupikir ulang, ‘gila, gue udah sampe dititik ini. Kemaren udah banyak waktu yang gue korbanin buat ini, masa iya gue tinggalin gitu aja. Terus gue harus pake judul apa lagi?’ begitulah kira-kira gambaran isi hati aku. Akhirnya, aku kembali lihat jurnal pertama yang aku temukan diperpus UNJ itu, yang entah menjadi berkah atau malaptaka saat itu. Hari itu, aku sedang mencari referensi (lagi) di perpus UI dengan pepu, sahabatku. Aku ingat hari itu hari senin, dan hari itu juga kami memutuskan untuk ke Surabaya besok! Jadi, kurang lebih begini percakapan kita waktu itu.
P:”Kayanya, gue mau ke Surabaya deh. Skripsi tentang materi gue ada disana soalnya..”
N:”AYOOKK puh!!”
P:”Di sana ada sodara gue sih, tapi gak kenal, gak pernah ketemu juga.”
N:”Di sana juga ada temen-temen SMA gue, tapi gue jarang ngobrol apalagi ketemu. Jadiin aja yup uh”
P:”Iyalah, gue mau gak mau harus kesana.”
N:”Besok?”
P:”Oke”
Finally, pepu langsung beli tiket ke Surabaya. Padahal, aku ijin aja belom ke ortu haha. Dan akhirnya, diijinin. Sempet ada perdebatan juga sih sama pepu, tentang kapan kita pulang, dan ada wacana untuk pulang sendiri-sendiri. Pepu maunya seminggu disana, dan aku cuman mau 3 hari maksimal disana. Dan akhirnya kita memutuskan untuk beli tiket pulang hari sabtu, karena hari jumat dan minggu udah full. Sempet ada atmosfer gak enak antara aku dan pepu pas hari rabu kita mau berangkat, tapi gak bertahan lama tuh haha. Kita sangat menikmati perjalanan ke Surabaya, ya walaupun ada bocah yang bikin rusuh dikereta. Selma tiga hari disana aku mendapatkan semua yang aku cari, keraguanku akan skripsiku semakin berkurang. Begitupun pepu. Kita mendapat yang kita cari dan pulang ke Jakarta dengan perasaan puas. Pulang dari Surabaya menjadi titik balik semangatku untuk ngerjain skripsi, hingga sekarang. Aku sudah mendaftar untuk seminar dan sedang menunggu jadwalnya keuluar. Akupun sekarang sedang asik mengolah data, sempat ada kendala tapi itu membuatku semakin semangat untuk berusaha. I just push myself harder, yang tadinya aku sama sekali gak bisa begadang, sekarang aku jadi salah satu penderita insomnia. Yang tadinya aku mudah tergoda untuk line-an sama pacar, sekarang aku block semua social media yang berhubungan dengannya. Tujuanku sekarang hanya satu, WISUDA!!
So, this is my story about my study. Setelah ini aku mau cerita tentang keluargaku, eh tentang asmaraku deh. Hmm yang enak apa dulu yah? Hihi, stay tuned terus yah… #sokngartis #sokkece #soktenar #soklahpokonya


0 Comment:
Post a Comment